Pendahuluan
Menghadapi angka pengangguran dan jumlah pelamar kerja yang besar, akan tampak paradoks ketika banyak perusahaan tetap mengeluh sulit menemukan SDM yang sesuai. Kenapa “melimpah pelamar” tidak otomatis berarti mudah mendapatkan SDM berkualitas?
Realita Pasar Kerja
- Tingginya jumlah pengangguran: Data dari BPS mencatat pengangguran pada Februari 2024 sebanyak 7,2 juta orang. Neraca+1
- Namun, 46% perusahaan mengaku bahwa mereka mengalami kesulitan menemukan calon karyawan yang memenuhi kriteria yang mereka butuhkan. aspirasinews.id+1
Penyebab Paradoks ini
- Kualifikasi Pendidikan vs Relevansi Pendidikan
Lulusan perguruan tinggi tidak selalu siap kerja; ada laporan bahwa lulusan perguruan tinggi memiliki tingkat pengangguran terbuka sekitar 9,97%, lebih tinggi dibanding lulusan SMA, SMP. Hal ini menunjukkan bahwa memiliki ijazah saja tidak menjamin keterampilan yang dicari industri. indoposco.id - Pengalaman Kerja yang Dibutuhkan Tapi Sulit Diperoleh
Banyak lowongan mensyaratkan pengalaman kerja, sementara pelamar yang baru lulus sulit mendapatkan pengalaman yang relevan karena perusahaan sering menghindari risiko merekrut pemula. - Keterampilan Teknis dan Soft Skills yang Kurang Matang
Seperti disebut: 50% dari perusahaan menilai bahwa keterampilan teknis pelamar berada pada level pemula. Sementara soft skills juga dianggap kurang oleh 35% perusahaan. aspirasinews.id+1 - Tuntutan yang Terlalu Spesifik atau Ideal
Perusahaan kadang menetapkan persyaratan yang sangat spesifik, misalnya keahlian tertentu plus pengalaman bertahun-tahun, sehingga jumlah kandidat yang memenuhi menjadi sangat sedikit.
Implikasi bagi Tenaga Kerja dan Pemerintah
- Bagi pekerja/pelamar: Perlu terus belajar, memperkaya pengalaman praktis, membangun portofolio, memperkuat soft skills seperti komunikasi, kerja tim, kepemimpinan.
- Bagi perusahaan: Perlu mengevaluasi ulang persyaratan rekrutmen; mungkin bisa membuka kesempatan bagi pelamar non-tradisional atau yang kurang pengalaman, asalkan ada potensi dan program pelatihan internal.
- Bagi pemerintah dan lembaga pendidikan: Mendukung link & match antara pendidikan dengan industri, memperkuat praktik magang, vokasi, beasiswa atau pelatihan keahlian, menyusun kurikulum yang responsif terhadap perubahan industri.
Kesimpulan
Meski jumlah orang yang menganggur atau mencari kerja tinggi, banyak di antaranya belum memenuhi standar yang dibutuhkan perusahaan. Untuk jembatan antara pelamar dan perusahaan bisa diringankan melalui pendidikan relevan, pelatihan praktis, dan fleksibilitas dalam rekrutmen agar SDM dapat lebih cepat terserap dan perusahaan bisa menemukan talenta yang sesuai.
