“Kesenjangan Kompetensi: Kenapa Banyak Perusahaan Sulit Temukan SDM yang Tepat”

“Kesenjangan Kompetensi: Kenapa Banyak Perusahaan Sulit Temukan SDM yang Tepat”

Pendahuluan

Di banyak perusahaan, terutama di era digital dan globalisasi ini, jumlah pelamar kerja mungkin banyak, tapi menemukan SDM yang tepat — sesuai kompetensi teknis, soft skill, dan budaya perusahaan — makin terasa sulit. Kesenjangan antara kebutuhan perusahaan dan kemampuan pencari kerja menjadi isu serius.

Isu-Utama

  1. Skill Mismatch
    Banyak lulusan atau pelamar kerja yang memiliki latar belakang pendidikan formal, tetapi kurang dalam keterampilan teknis (technical skills) dan non-teknis/soft skills. Misalnya, kemampuan komunikasi, kolaborasi, sikap kerja, atau inisiatif.
  2. Pendidikan dan Pengalaman yang Tak Selaras
    Perusahaan sering menginginkan kandidat dengan kombinasi pendidikan dan pengalaman tertentu, tapi pelamar belum memiliki pengalaman praktis yang relevan. Hal ini memicu perusahaan harus melakukan pelatihan tambahan atau menerima tingkat produktivitas yang rendah di awal.
  3. Tuntutan Kompetitif dari Perusahaan Lain
    Untuk karyawan dengan kompetensi tinggi, pelamar sering kali punya banyak opsi. Perusahaan harus bersaing dalam menawarkan kompensasi, budaya kerja, peluang pengembangan agar menarik kandidat terbaik.

Data Pendukung

  • Riset Populix dan KitaLulus (Juni 2024) menyebut 46% perusahaan di Indonesia kesulitan mencari calon karyawan yang memenuhi kriteria perusahaan. aspirasinews.id+1
  • Dari riset yang sama: 50% perusahaan mengatakan keterampilan teknis pelamar masih berada di level pemula/rendah, sementara 35% menyebut soft skills pelamar kurang memadai. aspirasinews.id+1
  • Prediksi Korn Ferry: Indonesia akan kekurangan sekitar 18 juta tenaga ahli pada tahun 2030, terutama di sektor-manufaktur, teknologi, media dan telekomunikasi, layanan bisnis dan finansial. Katadata

Dampak bagi Perusahaan

  • Penurunan produktivitas: karyawan yang belum siap teknis atau mental akan butuh waktu adaptasi lebih lama.
  • Biaya pelatihan tambahan: perusahaan harus menyediakan pelatihan (on-job training, pelatihan teknis dan soft skill) agar kandidat bisa bekerja sesuai standar.
  • Turnover tinggi: apabila perusahaan gagal memberikan kompensasi atau lingkungan yang memadai, karyawan potensial mungkin pindah ke perusahaan lain yang menawarkan lebih baik.

Solusi yang Bisa Diterapkan

  1. Kerja Sama Pendidikan-Industri (link and match)
    Kurikulum pendidikan (terutama di tingkat tinggi dan vokasi) perlu disinkronkan dengan kebutuhan industri: baik dari sisi teknis maupun soft skill.
  2. Program Pelatihan Berkelanjutan
    Perusahaan bisa punya program internal pengembangan SDM: mentoring, bootcamp, pelatihan teknis/soft skill, kerja sama dengan lembaga pelatihan.
  3. Memperluas Rekrutmen dan Fleksibilitas
    Pertimbangkan pelamar non-linier (misalnya orang yang belajar otodidak, bootcamp, pengalaman freelance), serta menawarkan jalur untuk mengembangkan kompetensi di dalam perusahaan.
  4. Employer Branding & Insentif
    Menonjolkan budaya perusahaan, peluang pengembangan karier, fleksibilitas kerja agar menarik kandidat berkualitas tinggi.

Kesimpulan

Meski jumlah pencari kerja cukup besar, perusahaan sering gagal mendapatkan SDM yang benar-benar sesuai kebutuhan. Dengan data bahwa hampir setengah perusahaan mengalami kesulitan rekrutmen karena ketidaksesuaian kompetensi, solusi harus bersifat sistemik — melibatkan pendidikan, pelatihan, dan pendekatan kerja yang adaptif agar SDM yang tersedia mampu memenuhi kebutuhan nyata perusahaan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja